Kesehatan

Sobat SehatQ.Com, Ini Cara Alami untuk Atasi Penyakit Cacingan pada Anak

SehatQ.com
Cacingan adalah salah satu penyakit yang kerap menimpa anak-anak di bawah usia 12 tahun. Terutama jika orangtua kurang menanamkan pendidikan mengenai kebersihan dan sanitasi diri. Padahal, apabila dibiarkan, bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan serius.

Cara Alami untuk Atasi Penyakit Cacingan Anak

Cacingan pada anak diakibatkan oleh masuknya cacing pita, gelang atau kremi ke dalam tubuh melalui berbagai media penyebaran seperti tanah, air minum, makanan yang tidak higienis hingga kurangnya kebersihan dan sanitasi.

Dikutip dari SehatQ.com, Ada banyak cara untuk mengatasinya selain dengan obat cacing:

Bawang Putih

Bawang putih yang juga merupakan bumbu penting dalam berbagai masakan ternyata ampuh untuk membasmi cacing dalam perut beserta telur-telurnya karena memiliki kandungan berupa anti-parasit, anti-bakteri, anti-jamur serta anti-virus.

Cara mengonsumsinya bisa dengan memakan potongan bawang putih yang terdapat pada berbagai makanan. Selain itu, ada metode lain untuk mengatasi cacing kremi yaitu ambil parutan bawang (sedikit saja) kemudian dicampur minyak lalu dioleskan pada bagian anus menggunakan kapas.

Pepaya Mentah

Buah pepaya mentah selain enak diolah dengan cara dioseng-oseng, juga dapat dimanfaatkan sebagai obat cacingan alami karna memiliki enzim bernama papain, berfungsi sebagai anthelmintik yang dapat menghancurkan cacing beserta telur-telurnya di dalam usus.

Selain buahnya, biji pepaya juga dapat dimanfaatkan untuk indikasi yang sama. Caranya mudah, ambil biji/buah pepaya mentah sebanyak satu sendok kemudian campurkan dengan air hangat dan madu. Setelah itu, minumkan pada si kecil dalam keadaan perut kosong.

Kunyit

Bumbu dapur berupa rimpang yang berwarna kuning ini memang dikenal memiliki banyak sekali manfaat mulai dari mengatasi diare, menambah nafsu makan, anti-jamur, antiseptik hingga untuk mengobati penyakit cacingan pada anak-anak maupun orang dewasa.

Cara membuat ramuan obat cacingan alami dari rimpang kunyit cukup mudah, ambil kurang lebih satu ruas (2-3 cm) kemudian diparut lalu dicampurkan ke dalam air hangat. Bisa ditambahkan madu untuk menyamarkan rasanya yang getir. Diminum sebanyak 1-2 kali sehari selama seminggu.

Kelapa

Mitos yang berkembang di kalangan orangtua jaman dahulu adalah memakan parutan kelapa dapat menyebabkan cacing kremi. Padahal faktanya justru sebaliknya, dapat dijadikan pembasmi cacing secara alami. Begitu juga dengan minyaknya.

Beri 1 sendok makan parutan kelapa pada si kecil sebelum sarapan atau dengan 4-6 sdm minyak kelapa yang sudah dipanaskan pada pagi hari selama minimal 1 minggu. Ektrak trigliserida yang terkandung di dalamnya dapat mengusir cacing dari dalam saluran pencernaan.

Cengkeh
Dari jenis rempah-rempah, cengkeh dikenal sebagai penyedap berbagai masakan tradisional seperti kari atau gulai karena memiliki citarasa yang khas. Namun, sejak jaman dahulu, rempah ini juga dimanfaatkan sebagai obat cacingan alami terutama pada anak-anak.

Selain dapat menghancurkan cacing beserta telur-telurnya, cengkeh juga dapat mencegah infeksi cacingan selanjutnya. Caranya, ambil satu sendok teh, masukkan ke dalam segelas air, didihkan 20 menit, angkat lalu tunggu hingga agak hangat. Setelah itu diminumkan pada anak 3 kali seminggu.

Jahe

Selain kunyit, rimpang lain yang berfungsi sebagai obat cacingan alami adalah jahe karena mengandung senyawa gingerol, memiliki manfaat menghangatkan saluran pencernaan sekaligus mengusir cacing-cacing dalam usus.

Anda hanya tinggal menambahkan 1 ruas jahe berukuran agak besar (3-5 cm) yang telah diparut ke dalam air atau teh panas. Diamkan selama kurang lebih 5 menit hingga agak hangat, baru kemudian diberikan pada si kecil. Minum ramuan ini 1 hari 1 kali saja selama 1 minggu.

Nah, ternyata ada banyak cara lain yang lebih alami untuk mengatasi penyakit cacingan pada anak selain dengan menggunakan obat di apotik. Dengan demikian, Anda tidak perlu khawatir lagi. Jika gejala infeksi cacing masih terus berlanjut, segera hubungi dokter ya Bunda.

Tags: